Top Ad 728x90

4 Orang Ini Pernah Disangka Dewa


Manusia mempunyai sifat mudah takjub terhadap hal baru yang belum pernah dilihatnya. Bahkan untuk orang zaman dahulu yang belum memiliki pola pikir lebih maju sampai-sampai menganggap hal baru atau fenomena aneh tersebut sebagai keajaiban dari tuhan. Kali kami akan membahas orang-orang yang pernah dianggap dewa oleh orang lain.

Penasaran ? Berikut 4 Manusia Yang Pernah Disangka Sebagai Dewa.


Hernan Cortes, Spanyol


 Hernan Cortes, Spanyol

Pada abad ke-16 Hernan Cortes melakukakn pelayaran untuk mencari “Dunia Baru”. Sungguh beruntung, pendaratan pertamanya itu bertepatan dengan kalender suku Aztec yang menunjukkan “9 angin” saat dimana suku Aztec telah lama menantikan datangnya pemimpin mereka yaitu dewa Quetzalcoat. Cortes di sambut begitu meriah oleh suku Aztec pada hari pendaratannya, karena Cortes dianggap sebagai dewa mereka yang telah datang. Namun sayang anggapan suku Aztec tersebut salah, sebab misi utama Cortes ialah untuk mencari emas di daerah jajahan. Dengan mudahnya Cortes beserta 500 prajurit yang dibawanya menyapu suku Aztec dan kebudayaan mereka yang telah ada selama ribuan tahun.


Kapten James Cook, Inggris

Kapten James Cook, Inggris

Kisahnya hampir sama seperti Cortest yaitu sama-sama melakukan pelayaran untuk melakukan penjajahan. Pada tahun 1779 Kapten James Cook melakukan pendaratan pelayarannya di Hawai, kebetulan saat itu bertepatan dengan munculnya pelangi di langit. Penduduk pribumi pun menyambut pendaratan Kapten James Cook dengan meriah, sebab hal tersebut sudah ada dalam banyangan penduduk asli Hawai selama beratus tahun lamanya. Menurut kepercayaan mereka bahwa dewa lono yang selama ini di sembahnya akan datang berkunjung diiringi munculnya pelangi dilangit. Dengan kata lain Kapten James Cook dianggap penduduk pribumi sebagai jelmaan dewa lono. Namun sayangnya kisah Kapten James Cook tidak seberuntung Hernan Cortes. Kapten James Cook terbunuh oleh salah satu penduduk pribumi pada kunjungan ke duanya, sebab penduduk pribumi telah menyadari bahwa Kapten James Cook sama sekali bukan jelmaan dewa lono.


John Frum, Vanuatu

John Frum, Vanuatu

Pada perang dunia ke-II sebuah pesawat kargo Amerika mendarat di suatu Negara yang bernama Republik Vanuatu. Letak negara tersebut benar-benar terpencil dan jauh tertinggal dari kehidupan modern hingga kini. Dari pendaratan pesawat tersebut lahirlah agama baru yang disebut “Sekte Kargo” dimana penduduk Vanuatu menganggap barang-barang yang berada di dalam pesawat merupakan hadiah dari dewa sementara pilot pesawat yang namanya tidak ketahui itu di anggap sebagai dewa itu sendiri. Meskipun tidak ada yang tahu siapa nama pilot tersebut, penduduk asli Vanuatu menyebutnya dengan “John Frum”. Hingga kini, masyarakat Vanuatu mengadakan parade lengkap dengan bendera Amerika untuk menghormati dewa John Frum setiap tahunnya.


Lakshmi Tatma, India

Lakshmi Tatma, India

Selanjutnya yaitu kisah terakhir yang terjadi di sebuah desa kecil di India pada tahun 2005. Dimana saat itu Shambhu dan Poonam Tatma menantikan kelahiran bayi mereka yang diberi nama Lakshmi. Bayi itu memiliki nama yang penuh arti di mana Lakshmi merupakan nama salah satu dewi dalam ajaran Hindu. Pemberian nama itu bukanlah sembarangan, sebab bayi mereka terlahir dengan kondisi fisik sama seperti dewi Lakshmi yang mempunyai tangan empat. Hari lahir bayi mereka juga bertepatan dengan hari perayaan Diwali, dimana hari itu dewi Lakshmi turun ke bumi untuk memberi berkah. Selanjutnya berita kelahiran bayi tersebut dengan cepatnya tersebar ke seluruh penjuru india, dimana bayi tersebut dianggap sebagai titisan dewi Lakshmi. Semenjak itu keluarga yang semulanya hidup dalam kemiskinan dengan cepatnya menjadi kaya raya. Untungnya orangtua bayi tersebut mempunyai pikiran bijak, mereka memutuskan untuk mengoperasi bayi mereka. Menurut bahasa kedokteran kondisi fisik pada bayi mereka dinamakan “parasitic twin”. Setelah operasi bayi tersebut mempunyai tubuh normal dan hidup layaknya anak normal lainnya.

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment