Top Ad 728x90

Download Makalah tentang Kausalitas

kepozen.comDownload Makalah tentang Kausalitas



                                                                   BAB I
                                                             PENDAHULUAN


        A .  LATAR BELAKANG

          Kausalitas atau hukum  sebab-akibat dalam sejarah merupakan hal yang tidak dapat dinafikan. Hal ini terbukti bahwa kondisi sosial, politik, ekonomi, dan kondisi seluruh aspek kehidupan manusia pada masa ini di tentukan kondisi kehidupan manusia pada masa lalu. Demikian juga kehidupan manusia pada masa yang akan datang sangat tergantung pada kehidupan manusia dimasa ini.

          Dalam sebuah seminar seorang Profesor Sosiologi mengatakan bahwa dalam membangun keilmuan terdapat empat pilar pokok yang harus ada di dalamnya, meskipun dalam filsafat ada dua. Keempat pilar keilmuan tersebut yaitu penomena, konsep, generalisasi dan teori. Adapun tugas keilmuan adalah mencari sebab dan akibat dari penomena sosial tersebut (atau dikenal dengan hukum kausalitas).

          Dengan mencari kausalitas dari sebuah penomena sosial yang menjadi kajian kita maka kita akan mengetahui makna dibalik makna, sehingga yang kita dapatkan bukan hanya mengetahui bahwa pacar kita suka warna pink, namun apa yang menyebabkan sang pujaan hati  suka dengan warna tersebut.

          Karena kita akan mencari makna dibalik makna yang tersembunyi, maka strategi analisis data (bukan metode analisis data) yang digunakan dalam hal ini bisa berupa strategi analisis data kualitatif-verifikatif dan strategi grounded research, atau mungkin pula bisa menggunakan strategi analisis data deskriptif-kualitatif yang sekedar menggambarkan penomena. Namun proses terakhir cendrung untuk hanya pengungkapan penomena tentang pertanyaan apakah, dimana, dan kapan.

Ketiga proses analisis data di atas sudah pasti yang dapat memberikan makna di balik penomena yang tampak adalah proses analisis yang pertama dan dan proses analisis yang kedua, sedangkan proses analisis yang ketiga hanya dapat memberikan gambaran. Lebih lanjut sang profesor mengatakan bahwa yang masih menggunakan pertanyaan apakah adalah Sejarah dan Bahasa sehingga keduanya bukan bertujuan untuk mengembangkan keilmuan, jadi keduanya juga bukan ilmu melainkan seni, berbeda dengan sosiologi, antopologi, ekonomi dan lain-lain yang bertujuan untk mengembangkan keilmuan, sehingga rumpun kajian tersebut adalah ilmu dan bukan hanya pengetahuan. Jadi kesimpulan sang profesor yang mungkin tidak pernah membaca metodologi sejarah atau perkembangan metodologi sejarah bahwa sejarah adalah pengetahuan atau seni bukan ilmu untuk membangun keilmuan.

          Setelah mendengar secara langsung pernyataan sang professor tadi, saya kembali teringat dengan beberapa buku yang pernah saya abaca yang berkaitan dengan sejarah sebagai ilmu dan rivalitas sejarah dan bidang studi sosiologi yang tidak pernah akur padahal merupakan bidang studi serumpun yang sangat bertetangga dekat.

          Bagaimana rivalitas dan saling ketidak pengertian antara sosiolog dan Sejarwan dapat kit abaca pada bukunya Peter Burke yang berjudul Sejarah dan Teori Sosial. Saling tuduh yang berlebihan dapat kita simak pada pernyataan Sejarawan yang mengatakat bahwa “sosiologi adalah ilmu icak-icak yang mempersulit orang untuk memahami realitas sosial yang sudah jelas”.
Sedangkan Sosiolog menyambutnya dengan menuduh Sejarawan hanya sebagai seorang kolektor bangunan yang belum tentu bahan yang mereka sediakan akan terpakai oleh seorang Sosiolog.
          Terkait dengan hukum sebab akibat yang harus ada dalam ilmu sosial tersebut sehingga baru dikatakan sebuah ilmu, dan mengatakan sejarah bukan ilmu melainkan seni perlu kita diskusikan, walaupun tempat yang saya sediakan ini sangat singkat. Karena apa yang saya tulis ini merupakan jawaban saya terhadap tuduhan bahwa sejarah bukan ilmu, tentu dengan alasan yang sebisa mungkin saya akan jelaskan menurut paradigm keilmuan saya.

          Dalam ilmu alam hukum sebab akibat ini memang sudah jelas adanya, hal ini sama dengan generalisasi dalam ilmu alam tersebut. Misalnya jika besi dipanaskan maka akibatnya akan meleleh dan semua besi yang di panaskan akan meleleh. Hal ini bukan saja penerangan adanya generalisasi dalam ilmu alam namun secara tidak langsung sebab akibat yang di timbulkan.

          Sedangkan dalam ilmu sosial, sudah barang tentu penomena sosial yang sama di tempat yang berbeda tidak akan menghasilkan akibat yang sama. Jadi hubungan sebab akibat dalam ilmu sisi lain bukan berupa sebab akibat mutlak melainkan sebab akibat yang berintaeraksi, malahan tidak jelas mana sebab dan mana akibat yang ditimbulkan.

          Beberapa hal tentang pencarian sebab dari sebuah penomena sosial sebagai jawaban dari pertanyaan kemengapaan yang merupakan tingkatan pertanyaan bahwa kita sedang bermain dalam ranah keilmuan memang tidak menjadi masalah. Namun yang menjadi permasalahan bagi saya adalah pernyataan bahwa sejarah bukan ilmu sehingga tidak akan dapat membangun keilmuan. Pada kesemmpatan ini saya tidak akan membahas mengenai kenapa sejarah dikatakan sebagai ilmu dan bilamana sejarah dikatakan seni. Namun yang menjadi titik perhatian saya berkisar pada ranah kemengapaan dalam ilmu sejarah. Untuk lebih memahami kausalitas sejarah, berikut akan dikemukakan tentang penafsiran kausalitas yang beraneka ragam, masalah sebab, motif, dan pengaruh, serta gerak sejarah.

B.     Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
  1. Pengertian Kausalitas
  2. Metode Induksi Mill
  3. Kekeliruan dalam penalaran Kausalitas
C.     Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui arti Kausalitas, metode-metode yang digunakan sehingga tidak adanya kekeliruan dalam Penalaran Kausalitas.
D.     Manfaat
Adapun manfaat dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut : 
    a.    Siswa dapat mengetahui Kausalitas yang ternyata ada dalam masyarakat
    b.    Menguasai berbagai macam metode dan mampu memanfaatkan metode-metode tersebut menjadi sebuah       penalaran yang jelas, efektif dan mudah dimengerti

    c.     Ketepatan dalam Penalaran Kausalitas.



Baca selengkapnya [ DISINI ]

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment