Top Ad 728x90

MAKALAH EKOLOGI PERAIRAN PEMANFAATAN LEMPESAN ( Scutellaria discolor ) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR


Tanaman Lempesan



PENDAHULUAN
Usaha budidaya perikanan dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat baik dari segi teknologi maupun skala usaha. Dalam pengelolaan usaha perikanan tentu juga tidak dapat dilepaskan dari adanya unsur kendala atau masalah. Masalah tersebut dapat berupa masalah teknis maupun non teknis. Persoalan teknis terkait dengan budidaya sampai saat ini masih sering terjadi contohnya adanya serangan hama dan penyakit pada ikan. Terjadinya wabah penyakit pada tingkatan rendah menyebabkan berkurangnya produksi yang telah ditetapkan, dan pada tingkatan tinggi dapat menyebabkan kegagalan total dalam usaha budidaya. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya produk makanan yang ramah lingkungan, menuntut perubahan paradigma pada semua pemangku kepentingan bahwa produk perikanan diharapkan juga terbebas dari penggunaan bahan – bahan berbahaya dalam penerapan usahanya.
Sesuai dengan pilar dasar paradigma  pembangunan kelautan dan perikanan  di Indonesia yang salah satunya adalah konsep blue economy. Salah satu dari prinsip prinsip blue economy antara lain terkait dengan efisiensi alam. Sehubungan dengan dengan kendala teknis pada tataran budidaya ikan yaitu serangan hama dan penyakit, tentu pendekatan pencegahan dan pengendaliannya juga dalam konsep yang ramah lingkungan. Upaya pendekatan yang ramah lingkungan terhadap pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit dapat berupa memanfaatkan potensi potensi sumber daya alam yang ada di sekitar kita contohnya menggunakan bahan bahan alami dari tanaman herbal.
Tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitar lingkungan kita yang menurut pandangan awam merupakan tanaman / tumbuhan liar ternyata dapat dimanfaatkan sebagai upaya alternatif untuk membantu agar usaha budidaya perikanan dapat berjalan dengan lancar. Kandungan kimia yang terkandung di dalam tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk tujuan meningkatkan kualitas air, meningkatkan kekebalan ikan, mengobati ikan, dan untuk mengendalikan hama.
Kualitas air adalah suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Sedangkan menurut ( Johnson et.al, 1997) kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum.
Kualitas air ialah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna) (ICRF,2010).
Ekosistem air yang terdapat di darat (inland water) secara umum di bagi atas 2 yaitu perairan lentik (lentik water), atau juga disebut sebagai perairan tenang, misalnya danau, rawa, waduk, situ, telaga dan sebagainya dan perairan lontik (lontic water), disebut juga sebagai perairan berarus deras, misalnya sungai, kali, kanal, parit dan sebagainya. Perbedaaan utama antara perairan lontik dan lentik adalah dalam kecepatan arus air (Barus, 2003).

Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui manfaat dari tanaman Lempesan agar berguna untuk lingkungan perairan.

Baca selengkapnya [ DISINI ]

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

1 komentar:

  1. mantab gan makalahnya,kunjungi balik ke makalahe19.blogspot.com

    ReplyDelete