Top Ad 728x90

Media Pembelajaran Seni Ukir yang Kreatif dan Ekonomis dalam Mata Pelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar

kepozen.com Media Pembelajaran Seni Ukir yang Kreatif dan Ekonomis  dalam Mata Pelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar

 
Media Pembelajaran Seni Ukir yang Kreatif 

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Seni ukir dapat diartikan sebagai gambaran hiasan dengan bagian-bagian cekung (kruwikan) dan bagian-bagian cembung (buledan) yang menyusun suatu gambar yang indah. Pengertian ini berkembang hingga terkenal sebagai seni ukir yang merupakan seni membentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain.
Seiring berjalannya waktu, seni ukir terus berkembang termasuk di Indonesia. Seni ukir sendiri memerlukan bahan dan media yang unik agar nilai jualnya tinggi dan menarik perhatian orang yang melihatnya. Seni ukir termasuk kedalam seni yang dalam pengerjaannya terbilang sulit. Tetapi seni ukir bisa dimodifikasi dalam hal bahan, media, serta alat yang digunakan agar bisa diterapkan di sekolah dasar.
Dalam realitanya situasi di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak semua sekolah dasar negeri di Indonesia memiliki fasilitas atau peralatan yang cukup menunjang berjalannya proses belajar mengajar dimata pelajaran seni rupa terutama untuk kategori seni ukir.
Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam menciptakan kreasi dan inovasi baru untuk membuat suatu media belajar yang sesuai dengan kategori indikator pembelajaran yang akan dicapai. Salah satu cara berkreasi dalam seni ukir adalah dengan mengganti media ukir dengan bahan yang mudah didapat dan mudah dibentuk sehingga seni ukir dapat diterapkan di sekolah dasar.
1.2.Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari seni ukir?
2.       Apa saja alat dan bahan yang efisien dan ekonomis yang digunakan dalam pembuatan seni ukir?
3.      Bagaimana cara melakukan proses pengukiran pada sabun batangan?
4.      Faktor apa saja yang menyebabkan sekolah dasar di Indonesia belum bisa menerapkan seni ukir dalam kegiatan pembelajarannya?
5.      Apa dampak dari hasil pembelajaran seni ukir yang menyebabkan sekolah dasar di Indonesia belum bisa menerapkan seni ukir dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan sabun batangan?
1.3.Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian seni ukir.
2.      Untuk melatih daya respon anak.
3.      Untuk menimbulkan rasa apresiasi diri pada diri anak.
4.      Untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi perbarukan dalam penyediaan media pembelajar di Sekolah Dasar.
             5.      Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari hasil pembelajaran seni ukir dengan media                            yang sederhana.
untuk melihat bab II anda unduh dan baca [ DISINI ]

Baca makalah yang lainya tentang Analisis kasus pendidikan

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment