Top Ad 728x90

Sulami, Derita Penyakit Langka yang Sebabkan Tubuhnya Sekaku Bambu

Kepozen.com - Hidup tragis harus dialami seorang warga Dukuh Rejo, RT 31 RW 11,, Desa Mojokerto, Sragen Jawa Tengah. Perempuan yang kini berusaia 35 tahun itu dijuluki “Manusia Kayu” karena keadaan tubuhnya yang kaku dan tidak dapat digerakkan dan ditekuk. Sepuluh tahun silam muncul sebuah benjolan pada tengkuk wanita yang bernama Sulami tersebut. Akan tetapi, karena tidak mendapatkan perawatan yang baik, kini sulami tidak dapat menggerakkan tubuhnya secara normal kembali. Hanya organ diatas leher serta jari tangan saja yang dapat digerakkan olehnya.

Saat ini untuk bertahan hidup ia hanya bisa mengandalkan sang nenek untuk mengurusnya. Tak hanya sulami, saudara kembarnya yang bernama Paniyem juga mengalami hal yang serupa. Namun nasib berkata lain, Paniem terlebih dahulu meninggal dunia karena penyakit yang sama empat tahun yang lalu. Oleh dokter penyakit Sulami ini didiagnosa sebagai penyakit  Anklilosing Spondylitis.

Anklilosing Spondylitis atau penyakit pungunggung bambu merupakan suatu penyakit kronis yang mneyerang jaringan ikat sehingga menyebabkan peradangan pada sendi –sendi besar pada tulang belakang, sendi tulang belakang dan panggul serta menyebabkan kekakuan yang progresif dari belakang, dada, dan leher serta mengakibatkan rasa sakit atau nyeri yang tidak diketahui penyebabnya. Pengobatan Sulami harus dihentikan kareana kemiskinan yang tidak memungkinkan dirinya menyembuhkan penyakitnya.

Penyakit ini apabila dibiarkan dalam waktu yang sangat lama akan menyebabkan tulang-tulang belakan menyatu hingga seseorang yang terserang penyakit ini tidak dapat menggerakan tulang punggung hingga menggerakkan kepala. Penyakit ini belum diketahui penyebabnya. Akan tetapi dalam banyak kasus, penyakit ini lebih banyak bersifat genetik atau karena keturunan, akan tetapi faktor genetik merupakan faktor yang menjadi bakat timbulnya penyakit. Terserang atau tidaknya seseorang bergantung pada faktor lingkungan yang dapat membangkitkan bakat faktor genetik tersebut.  Meskipun demikian, menurut dr.Rudy Hidayat (konsultan Reumatologis) penyakit bamboo spine yang menimpa Sulami tidak biasanya terjadi pada pasien bamboo spine. Pasalanya, penyakit ini sangat jarang menyerang anggota gerak seperti kaki, tangan, maupun kepala. Bamboo spine menyerang tulang belakang bermula dari leher, dada, pinggang hingga tulang ekor.

Gejala dari penyakit ini ditandai dengan nyeri punggung yang sering hingga melebihi tiga bulan. Rasa nyari ini akan sangat terasa ketikan malam hari, pagi hari atau ketikan tidak beraktivitas. Akan tetapi jika pada umumnya nyeri yang tersa pada malam hari akan hilang setelah pgi hari, namun pada kasus Anklilosing Spondylitis ini justru penderita akan merasa nyeri yang semakin kuat.

Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu menjaga polahidup sehat dan berkonsultasi ke dokter apabila muncul gejala tersebut. Adapun beberapa tes pengujian Anklilosing Spondylitis dapat melalui tes CBC, ESR (Eritrosit), X-Ray dari tulang belakang hingga tilang panggul, dan tes HLA-B27 antigen.

Semoga kesehatan selalu tercurah kepada kita semua.


#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment