Top Ad 728x90

Kebiasaan anak menghisap jempol

Kepozen.com – Yummy,jempolnya enak.



 Orang dewasa pada umumnya sangat terganggu mendengar anak kecil merengek,bahkan beberapa orang tua mengibaratkan rengekan anak seperti suara gesekan anatara kuku dengan papan.Meskipun sangat mengganggu ,tetapi rengekan sepertinya dijadikan senjata oleh semua anak agar keinginanya terpenuhi.

Sikecil berbicara di sela-sela sedu-sedan tangisanya.Suaminya.pun membiarkan anaknya merengek begitu terus.Nah mengapa hal ini bisa terjadi?ternyata adalah setelah merengek biasanya sikecil melakukan hal yang agak mengkhawatirkan yaitu mengisap jempol.Saat menjelang tidur,menonton televise ,bersantai di pangkalan Anda,bahkan saat bermain bersama teman-temanya si kecil terlihat asyik menghisap jempolnya.Sepertinya ,jari jempolnya terasa sangat lezat baginya.Anda sebaliknya segera membantu si kecil menghentikan kebiasaan menghisap jempol.Sebab,jika dibiarkan berlarut-larut,kebiasaan ini semakin sulit dihentikan dan menimbulkan dampak negative pada anak.

Kebiasaan menghisap jempol bukanlah hal baru lagi bagi anak.Sejak masih dalam di rahim anda ,Sikecil sudah memiliki kebiasaan ini.Menghisap merupakan salah satu naluri dasar yang sangat penting.Pada masa bayi,ia menggunakanya untuk memenuhi rasa lapar,mendapatkan makanan ( susu ) dari payudara ibu,sehingga ia merasa tenang dan nyaman.Seiring dengan pertumbuhan anak,naluri menghisap yang berkaitan dengan makanan mulai menghilang.Namun rasa nyaman yang dirasakan ketika menghisap membuat sikecil tetap melakukan kebiasaan ini ketika ia balita bahkan hingga usia sekolah.

MASALAH SEPUTAR GIGI

Perilaku menghisap jari jempol yang dilakukan anak usia prasekolah hingga usia sekolah merupakan bentuk respon normal ketika ia bingung dan tertekan.Karenanya ,kebiasaan ini umunya muncul ketika ia sedang lelah,takut,bosan,sakit atau sedang mendapat tantangan baru.Ia juga menghisap jempolnya saat berusaha untuk tidur nyenyak atau sebagai usaha agar ia tertidur kembali ketika ia terbangun di tengah malam.Kebiasaan ini seharusnya mulai menghilang ketika anak berusia 3-4 tahun dan berhenti saat usianya 5 tahun.Sayangnya,beberapa anak kesulitan menghentikan kebiasanya untuk menghisap jempol.Apabila kebiasaan ini dibiarkan terlalu lama bisa menimbulkan masalah seperti susunan gigi,kemampuan mengunyah,kemampuan berbicara ,dan bentuk muka.

Sering menghisap ,jari jempol akan menekan gigi dan langit-langit mulut.Semakin sering anak mengisap jempolnya,semakin besar tekanan yang diterima gigi sehingga gigi bergerak.Gigi depan bagian atas terdorong ke luar,sedangkan gigi depan bagian bawah semakin kedalam.Risikonya,gigi bagian depan mudah “ sumbing “ ataupun patah.

Tak hanya mengganggu gigi,kebiasaan ini juga mengganggu pertumbuhan tulang rahang.Tulang rahang anak dibawah usia 8 tahun masih lunak sehingga bentuknya mudah berubah.Selain itu,rahang bagian atas pun tidak sepadat rahang bagian bawah.Pakar gigi anak asal Amerika ,Martha Ann Keels DDS PhD  mengungkapkan ,kebiasaan mengisap jempol yang parah ( sekitar 30 menit ) dapat menyebabkan rahang bagian atas berubah bentuk dari “ U “ menjadi “ V “.Gangguan pertumbuhan tulang rahang akan menimbulkan ruang antar gigi.Jika dilihat dari depan,susunan gigi terlihat berongga.Kondisi ini menyebabkan anak kesulitan saat menggigit atau mengunyah makanan tertentu dan melafalkan bunyi huruf seperti s atau j.Senyum si kecil yang manis pun menjadi tak terlihat .Semua masalah tersebut sebenarnya bisa dihindari dengan alasan asalkan kebiasaan mengisap jempol bisa dohentikan sebelum gigi sus bagian dengan tanggal dan gigi tetap muncul

Itulah tadi artikel mengenai alasan anak merengek sehingga menyebabkan kebiasaan sikecil menghisap jempolnya.Semoga bermanfaat,artikel berikutnya admin akan membahas mengenai cara menghilangkan kebiasaan menghisap jempol si anak tadi.Terimakasih telah berkunjung.


Baca juga artikel terkait mengenai :

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment