Top Ad 728x90

, ,

Tips memperbaiki kesalahan pengucapan pada Anak




Kepozen.com - Tips memperbaiki kesalahan pengucapan pada Anak. Gajah atau jagah? Kesalahan pengucapan kata-kata oleh anak kecil seringkali dianggap wajar bahkan lucu.Pun ketika anak mulai belajar menulis huruf yang dituliskan kadang salah.Hal ini yang kerap tidak disadari oleh orang tua.Padahal,gangguan kemampuan pengucapan membaca atau menulis ini perlu mendapat penanganan khusus,terutama jika menetap hingga anak sudah berada diakhir sekolah dasar.Boleh jadi,ia menderia disaleksia.

Disaleksia berasal dari bahasa Yunani,dys,yang artinya sulit dalam,dan lex (legein ) yang berarti membaca.Jadi,disaleksia berarti menderita kesulitan dengan kata atau symbol-simbol huruf,kondisi ini juga disebut kesulitan membaca spesifik –kesulitan belajar yang biasa dialami anak-anak.Angka kejadian di Negara barat cukup tinggi,sekitar 5%-10 % diantara anak usia sekolah.Anak laki-laki cenderung lebih banyak mengalami disaleksia.

Susah dikenali
Disaleksia cukup sulit dikenali sebelum anak memasuki bangku sekolah.Penderita disaleksia memiliki fungsi penglihatan dan intelegensia normal.Meskipun tidak gampang mendeteksi disleksia..Anda bias mendeteksi gejala awal sejak dini.Anak yang mulai telat bicara dan penguasaan kata-kata baru berjalan lambat berisiko lebih tinggi mengalami disleksia.Amati pula kesulitan yang dialami anak dalam keseharianya.Apakah ia sulit membedakan kanan,kiri atas-bawah,kemaren lusa atau siang-malam.

Setelah anak memasuki bangku sekolah,gejala disleksia semakin mudah dikenali,berupa
Ø  Tidak mampu mengenali kata-kata dan huruf-huruf yang tercetak atau tertulis
Ø  Kemampuan membaca tidak sesuai dengan usianya.

Kesulitan membedakan huruf yang berkebalikan – “b” dengan “d” , “p” dengan “q”, “m” dengan “w” – dan kata-kata yang mirip sering dijumpai pada anak penderita disleksia.Hal normal pada anak usia 6 tahun atau kurang yang sering terbalik menyebutkan atau membaca.Sedangkan pada anak disleksia ,kondisi ini menetap.Bahkan,ia kadang-kadang membaca dari kanan ke kiri dan gagal melihat persamaan dan perbedaan pada huruf-huruf dan kata-kata.

Yang menarik,penderita disleksia sebenarnya mampu mengucapkan kata-kata secara normal,tetapi kesulitan mengartikan bahasa tulisan dan lisan dan sering kehilangan jejak ketika membaca kata-kata yang mirip seperti “Ibu” dengan “ubi”.Tidak hanya gangguan membaca,melainkan gangguan mendengarkan petunjuk,kemampuan mengingat,kemampuan mempelajari matematika,memahami irama musik atau bernyanyi.Selain itu juga,kesulitan ketika harus mengerjakan sesuatu yang memerlukan hafalan,mengingat sesuatu yang berurutan.Gerakan motoriknya pun kurang baik.

Untuk mendeteksi disleksia diperlukan beberapa jenis tes.
Ø  Tes penglihatan,pendengaran dan saraf. Tujuanya untuk mengetahui ada tidaknya kelainan yang menyebabkan atau memicu kesulitan membaca pada anak.
Ø  Tes Psikologi. Tujuanya untuk memastikan ada tidaknya masalah sosial,depresi atau kegelisahan yang membatasi kemampuan membaca anak.
Ø  Tes Psikometri. Tujuanya untuk memastikanada tidaknya masalah intelegensia pada anak.

Faktor penyebab

Ada tiga factor yang menyebabkan dosleksia yaitu factor biologis,kognitif dan pemrosesan dan perilaku.Faktor biologi berupa pusat berbahasa diotak tidak asimetris – daerah temporal di otak kanan dan kiri besarnya sama pada anak normal,sisi kiri lebih besar dibandingkan sisi kanan.Selain itu,terdapat gangguan sel saraf di beberapa daerah otak yang berhubungan dengan kemampuan membaca.Ini dikenal sebagai disfungsi minimum otak ( DMO ).Gangguan ini sudah terjadi sejak anak masih dalam kandungan.Kedua factor lain merupakan faktor standar.Faktor keturunan juga ditemukan pada sebagian kasus disleksia Prof John Stein dari Universitas Oxford bahkan telah berhasil membuktikan lewat penelitianya dengan mempelajari sampel DNA dari 90 keluarga.hasilnya anak yang menderita disleksia dilahirkan dari keluarga dengan kesulitasn kronis membaca atau mengeja,saklipun intelegensianya cukup tinggi.

Penanganan

Disleksia tidak bias disembukan total.Tapi,Anda bias memberikan terapi sedini mungkin begitu ditemukan kelainan disleksia pada anak.Dahulu,terapidisleksia lebih ditujukan untuk memperbaiki fungsi mata.Sebab,disleksia dianggap sebagai gangguan pada gerakan bola mata untuk membaca.Kini,untuk mengatasi disleksia menggunakan latiahn remedial teaching ( terpai pengulangan ).bagi yang memiliki gangguan penyerta,ada penambahan perilaku atau terapi wicara.

Itudia merupakan tips bagaimana memperbaiki kesalahan pengucapan pada anak atau yang biasa disebut disleksia.Terimakasih telah berkunjung di blog kepozen.com.Semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya untuk orang tua si anak.




Baca juga artikel terkait lainya tentang :

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment