Top Ad 728x90

,

4 Cara Menghadapi Anak yang Terlalu Menjaga Rahasia

4 Cara Menghadapi Anak yang Terlalu Menjaga Rahasia

Pokoknya rahasia deh !


4 Cara Menghadapi Anak yang Terlalu Menjaga RahasiaSi kecil mulai tertutup kepada anda. Ia jaran bercerita tentang kegiatannya di sekolah, tentang teman-temannya atau segalapermasalahan. Bahkan ketika anda bertanya, ia hanya menjawab sekedarnya. Sikap ini berbeda dengan ketika ia masih kecil, yang doyan bercerita kepada anda. Hal ini wajar. Tetapi rahasia juga ada batasnya. Kalau ia mulai tertutup dan berahasia dengan anda, anda perlu diketahui penyebabnya.

Sebagai orang tua, anda sebaiknya memberitahu anak bahwa ada rahasia yang baik dan rahasia yang buruk. Rahasia yang baik bisa ia ungkapkan kepada orang tua. Misalnya kado yang akan diberikan kepada papa untuk ulang tahunnya. Hari ini menjadi rahasia, tetapi ketika hari ualang tahun tiba, papa bisa tau apa kadonya. Atau jika akan diadakan pesta kejutan, anda mengajak si kecil untuk menyimpan rahasia tentang pesta ini untuk menyenangkan orang yang ulang tahun.

Sedangkan rahasia yang buruk yaitu ketika ia diajak teman untuk menyimpan rahasia tentang kelakuan si teman yang salah. Rahasia pun tergolong buruk jika anak menyembunyikan sesuatu yang bersifat mengancam atau membahayakan oranng lain maupun dirinya sendiri. Misalnya ia diancam untuk tidak mengatakan kepada orang lain tentang perilaku buruk orang dewasa yang diterimanya.

Rahasia seperti inilah yang harus diwaspadai oleh anda. Sebab, anak bisa jadi ketakutan karena harus menyimpan rahasia tersebut. Ia terbebani oleh rasa bersalah, perasaan takut atau amarah karena diancam, dianiaya. Apabila ia menyimpan rahasia karena mendapat perlakuan buruk dari orang dewasa tentu akan membahayakan. Tak hanya bagi anak, tetapi juga orang atau anak lain. Si pelaku juga dapat mengulangi perbuatannya karena ia merasa dilindungi. Bahkan, ia akan leluasa melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Alasan berahasia
Menyimpan sesuatu dari orang lain atau berbagi sedikit informasi menjadi hal yang luar biasa dalam kehidupan anak, baik di rumah maupun di sekolah. Hal ini , menurut Gail saltz, psikonalis asal Amerika, merupakan bagian dari normal dari proses perkembangan psikologi anak. Tetapi, sebagai orang tua, anda tentu ingin hubungan komunikasi dengan anak berjalan baik. Ia selalu terbuka mengenai masalah dan kecemasan yang tengah dialami. Kalau ia mulai berahasia terhadap anda, ada beberapa alasan :


1.Rasa takut.
Rasa takut terbukti menyebabkan anak menyimpan rahasia dari anda. Perasaan ini muncul ketika ia merasa tidak percaya, melakukan kesalahan atau karena perilaku buruk orang lain padanya. Seperti diancam teman, memecahkan barang kesayangan orang tua, gagal dalam pelajaran matematika atau, yang lebih buruk, anak mengalami pelecehan sexsual.

2.Rasa besalah
Anak kerap merasa bersalah ketika ia melakukan pelanggaran kecil. Misalnya diam-diam makan makanan yang dilarang atau belum mencuci tangan dan kaki setelah pulang sekolah.

3.Sekedar bersenang-senang.
Berguarau yang kurang sopan atau iseng terhadap orang lain sering dianggap rahasia oleh anak usia4-6 tahun. Misalnya ia menyembunyikan sepatu anda.

Menghadapi si perahasia
Ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan ketika menghadapi si kecil yang mulai bermain rahasi-rahasiaan.

1.Selalu ada di sisinya.
Ajak ia selalu berbicara setiap saat. Usahakan untuk selalu menanyakan kegiatannya selama di sekolah. Apabila anda bekerja, biasakan untuk menelpon anak mengenai kegiatan pada jam pulang sekolah. Kebiasaan ini dilakukan sejak dini sehingga anda tak hanya sebagai orang tua tetapi juga teman. Anak pun tak akan segera menceritakan segala sesuatu kepada anda.

2.Jadilah pendengar yang baik.
Biarkan anak mengekspresikan ide-idenya, perasaan, dan kecemasan hatinya. Hindari sikap mendikte anak. Anda sebaiknya berusaha untuk meluangkan waktu setiap kali anak ingin beersama anda.

3.Dorong anak anda untuk mengekspresikan perasaan pada buku catatan harian yang dapat dibaca oleh anda. Terutama jika anda memang banyak menghabiskan waktu di luar rumah karena bekerja.

4.Sediakan waktu untuk dapat berbicara dari hati ke hati dengan anak setiap hari. hal ini membuat anak merasa memiliki tempat yang biasa ia percayai dan tempat yang aman sebagai pelindung. Jelaskan dan berikan penekanan padanya bahwa tidak baik menyimpan rhasia di antara dirinya dan anda.

Berahasia juga perlu
Ada kalnya anak perlu belajar untuk menyimpan rahasia. Sebab, ada informasi yang tidak seharusnya “diobral” kepada semua oran. Ia perlu menyimpan rahasia demi alasan keamanan. Misalnya memberitahukan alamat rumah atau nomer telepon orang tua kepada orang tang tidak dikenal. Katakana kepada anak, informasi tersebut hanya boleh disampaikan dalam kondisi tertentu dan kepada orang yang telah dikenalnya.

Anda pun harus menceritakan informasi yang tidak dibutuhkan oleh anak. Jabatan dan kedudukan , jumlah tabungan atau gaji tidak perlu diketahui anak. Sebab, anak usia sekolah sebenarnya memiliki perasaan antara takut dan berani menyimpan rahasia.

Terimakasih dan Semoga bermafaat..Salam kepozen.com

Baca juga artikel lainya :
5 Tips Membujuk Anak Agar Tidak Cengeng Terbaru
Berikut 22 Foto kelakuan Konyol Orang India Bikin Ngakak !!

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment