Top Ad 728x90

,

4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress Karena Banyak Faktor

4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress Karena Banyak Faktor

Hati-Hati stres pada anak !

4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress Karena Banyak Faktor
4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress Karena Banyak Faktor

4 Tips dan Cara 

4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress Karena Banyak Faktor Stres tidak hanya menghampiri orang dewasa. Anak, yang tampaknya tidak memiliki beban apa-apa, juga bisa mengalaminya. Anda harus mewaspadai kondisi ini. Sebab gejalanya sering tidak tampak jelas. Jika penanganannya tidak tepat, bisa mempengaruhi perkembangan emosi anak.
Anak mungkin tampak tak mengalami kehidupan ‘seberat’ orang dewasa. Ia tidak perlu bekerja, mencari uang, belanja, membayar tagihan ini dan itu yang memicu stres. Tetapi, disadari atau tidak, setiap anak ternyata mengalami stress.
Pemicu sres.
Kehidupan yang stabil dan pasti. Keadaan ini sangat disukai anak karena membuatnya aman dan nyaman.sayangnya, kehidupan itu dinamis. Banyak terjadi di dalamnya. Contohnya kehadiran adik baru, pindah rumah atau sekolah, kehilangan kakek-nenek atau binatang kesayangan, mulai sekolah atau pengasuh baru. Mau tak mau, anak harus berhadapan dengan situasi baru yang asing baginya. Ia merasa tertekan ketika ia tidak memiliki strategi jitu untuk mengatasinya.
Ketika anak mulai memasuki sekolah, baik itu prasekolah maupun taman kanak-kanak apalagi sekolah dasar. Kesulitan yang ditemuinya di sekolah bisa membuatnya stress. Penyebabnya bisa karena bahan yang dipelajarinya, nilai yang harus dicapai atau karena teman. Sebuah survai yang dilakukan oleh sebuah organisasi di Amerika serikat yang peduli pada kesehatan anak mendapati bahwa persoalan nilai, sekolah dan pekerjaan rumah adalah penyebab utama rasa stres muncul pada anak (36%) setelah itu soal keluarga (32%), dan teman-teman, gossip serta tekanan dari sebabnya (21%).

4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress 

Satu hal yang kerap tidak disadari sebagai penyebab stress adalah harapan orang tua. Anda mungkin menetapkan harapan terlalu tinggi pada anak. Akibatnya, ketika tidak memenuhi harapan anda, ia menjadi tertekan. Inilah cara alami untuk bereaksi terhadap ancaman yang nyata maupun tidak nyata (membayangkan). Karenanya tak heran jika tubuh memberikan respon denyut jantung dan pernapasn menjadi lebih cepat dan otot-otot terasa tegang ketika stres menghampiri.
Gejala stress
Anak yang stres biasanya sering menarik diri. Suasana hatinya mudah berubah dan gampang tersinggung. Sebelum anda kesal, cobalah untuk mengetahui penyebabnya. Jika masih enggan bercerita, jangan memaksa. Paling tidak, anda tidak memperburuk suasana hatinya.
Waspada stress apabila akedemiknya menurun. Ini disebabkan ia sulit berkonsentrasi karena terlalu focus terhadap “masalah” yang tengah dialaminya. Ia juga memiliki kebiasaan baru seperti suka memainkan rambut, menghisap jari, mengompol. Ada juga yang mengalami gejala fisik – sakit perut, mual-mual atau sakit kepala. Bahkan, stress juga menimbulkan gejala berupa senang membuat oanar di sekolah atau mengalami mimpi buruk di malam hari.
Kiat menghadapi anak yang tertekan.
Aanak yang mengalami stes amat memerlukan bantuan orang di sekitarnya yang mengasihinya, terutama orang tua. Tak mudah memang untuk langsung mengenali bahwa anak mengalami stress. Namun jika orang tua mendapati perubahan pada anak seperti pada gejala-gejala di atas, jangan ragu untuk segera turun tangan.

4 Tips dan Cara Menghadapi Anak yang Stress Karena Banyak Faktor

1.      Bantu anak untuk mengutarakan perasaannya.
Ketika anda mendapati anak murung dan gelisah, ungkapkan dengan kata-kata “kamu kelihatan gelisah”. Tak perlu memberikan terkanan tertentu pada kalimat anda atau malah memojokannya. Bantu dia untuk mengenali perasaanya, bisa jadi dia belum tahu perasaan yang sedang dialaminya. Beri komentar singkat tapi bisa mendorongnya untuk terus mengutarakan perasaannya.

2.      Bantu anak untuk memikirkan cara pemecahannya.
Ini mungkin akan menuntunnya untuk menjadi pemecah masalah, bukan memendamnya.

3.      Pastikan anak mengetahui anda mendukung dan menyayanginya.
Dukungan anda membuatnya percaya diri dan lebih tenang. Perasaan tak didukung, selain membuatnya sulit mengatasi masalah, juga akan menjadi tekanan tersendiri yang dapat membuatnya stress.

4.      Sabar.
Hindari menyelesaikan masalah anak hanya karena tak tahan melihatnya menderita, gelisah atau murung karena masalah tertentu. Masalah merupakan salah satu cara ia belajar untuk menjadp problem-solver yang baik. Bekal ini membantunya terhindar dari stress. Bukankah anda tak selamanya berada bersama anak. Sikap sabar menjadi contoh yang baik bagi anak, serta semakin memperkuat keyakinannya bahwa anda adalah supporter utamanya.


Anda perlu mempersiapkan si kecil agar tak kaget Menghadapi perubahan di dalam kehidupannya. Memamng, tak mungkin anda melakukannya dengan sangat detil. Sebab tekanan dan masalah selalu menjadi bagian dari kehidupan. Tetapi, ada baiknya jika anda menyampaikan prinsip-prinsip yang biasa ia pergunakan ketika menghadapi masalah. Selain itu, perhatikan kejadian yang dialami anak. Ini dapat dilakukan melalui hubungan dan komunikasi yang baik antara anda dan anak. Dengan demikian, anda bisa segera memberikan penjelasan apabila ada hal yang perlu diketahui oleh anak.

Terimakasih,semoga bermanfaat

Jangan lupa Baca Juga artikel lain :
5 Tips Membujuk Anak Agar Tidak Cengeng Terbaru
Berikut 22 Foto kelakuan Konyol Orang India Bikin Ngakak !!

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment