Top Ad 728x90

, ,

8 Cara Mengajari Anak Jujur Kepada Orang Tua

8 Cara Mengajari Anak Jujur Kepada Orang Tua

Ayo Jujurlah


8 Cara Mengajari Anak Jujur Kepada Orang TuaMengajari anak untuk jujur dan bertanggung jawab membutuhkan kesabaran ekstra dari orang tua. Apabila si kecil telah memahami kedua perilaku tersebut dan mampu menjalankannya, Anda sebaiknya terus mengamati dan mengikuti perkembangannya. Sehingga anak terus berperilaku baik, tidak pernah berbohong dan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.

Ketika menghibur anak yang sedang berbohong, anda mungkin akan tersenyum atau menjadikannya sebuah lelucon. Tahukah Anda, munculnya perilaku ini menandakan datangnya satu tantangan baru bagi anak anda. Sebagai orang tua, anda harus mampu mendorong anak untuk berbicara jujur dan memberikannya pengertian bahwa berbohong itu tidak baik.
Jenis kebohongan anak
Lazy lie.
Si kecil mengatakan sesuatu yang memang ingin anda dengar. Misalnya: “Tidak, aku tidak ada PR”, “Iya aku sudah menyikat gigi” atau “Tidak, aku tidak menonton pertunjukan gulat di televisi”. Padahal kenyataannya, ia masih harus menyelesaikan tugas sekolah, beluk sikat gigi, dan ia sempat menonton gulat yang ditayangkan di televise. Jenis kebohongan ini tergolong “ramah”, meski demikian, anda tak boleh membiarkannya.

Untuk mengatasi kebiasaannya berbohong ini, simak saran dari Gillian Mcnamee, dosen psikologi dari Erikson Institute for advanced study in child Development Amerika. Menurutnya, ketika anak berbohong tentang PR-nya, katakana kepadanya bahwa mulai besok, ia harus menunjukan buku tugasnya setiap sore kepada anda.

b.White lie.
Kebohongan yang dilakukan anak ditunjukan untuk menyenangkan perasaan orang lain, anak memang harus diajarkan mengenai empati dan tidak melukai perasaan orang lain. Namun, pengertian kebohongan ini harus dipahami oleh anak bahwa hal ini hanya untuk menyenangkan hati orang lain.

c.Cry for help.
Merasa kecewa dengan perilaku teman-teman di Sekolah yang menggodanya atau tekanan pelajaran pun mampu mendoromg anak berkata tidak jujur. Begitu pula ketika ia takut mengecewakan anda. Jika anda mengetahui hal ini, cobalah untku berbicara baik-baik dengannya. Katakana ia tidak perlu merasa bersalah. Anda lebih senang jika ia mengawali dengan focus pada satu pelajaran yang ia senang dan merasa mampu mengerjakannya. Selanjutnya belajar untuk memahami pelajaran lain satu per satu.

Alsana berbohong.
Sebelum memasuki usia sekolah, anak belum bisa membedakan batasan antara kenyataan dan khayalan. Ia bisanya berbohong karena factor-faktor berikut :

1.Lupa.
Ia meminjam mainan temannya di sekolah namun lupa mengembalikan ketika ditanya tentang mainan tersebut, ia bilang tidak mengambilnya.

2.Imajinasi.
Pada usia ini, anak-anak kaya fantasi. Ia akan mengira ada yang ada di pikirannya adalah kenyataan.

3.Ingin merasa nyaman.
Mengarang cerita adalah hal yang penting baginya. Sehingga ia akan mendapatkan perhatian dari banyak orang, terutama dari Anda.

4.Rasa mengawasi.
Ketika ia berkata bahwa ia telah menolong adiknya yang jatuh, ia mencoba menunjukan situasi yang bisa membuatnya dipuji banyak orang.



Ketika uai 6 tahun, anak mulai bisa membedakan antara dongeng, kebohongan dan kebenaran. Memasuki usia 7-8 tahun, ia bisa bertanggung jawab terhadap kejujurannya. Meskipun belum sepenuhnya menyadari, ia mampu memahami bahwa ia diharapkan untuk berkata jujur. Dan jika ia berbohong, ada konsekuensi yang harus diterima.

Kalaupun ia berkata bohong, biasanya karena ia takut, terutama jika ia berperilaku buruk. Ia takut membuat anda kecewa atau mendapat hukuman. Untuk mengatasinya, anda perlu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa nyaman untuk berkata jujur.


Menghadapi kebohongan anak.

1.Jangan langsung menyalahkan.
Anak tidak selalu berbohong kepada anda. Ia pun bisa berkata jujur. Agar ia tidak takut menyapaikan kebenaran, hindari reaksi yang terlalu keras ketika ia melakukan kesalahan.

2.Cari tahu penyebabnya.
Jangan langsung memberikan hukuman apabila anda tidak mengetahui penyebabnya secara pasti. Dengan mengetahui penyebabnya, kebiasaan anak berbohong akan semakin berkurang.

3.Cobolah bersimpati.
Anak umumnya berbohong karena ia takut anda memarahinya ketika ia melakukan kesalahan. Misalnya menumpahkan makanan di atas karpet. Berikan penjelasan anda tidak marah asalkan ia mengakui perbuatannya yang lalu, bantu si kecil untuk membersihkan kotoran yang dibuatnya.

4.Jelaskan pentingnya bersikap jujur.
Si kecil mengetahui bahwa berbohong adalah perbuatan yang tidak baik. Namun, ia mungkin belum memahami akibat ketidak jujurannya. Berikan penjelasan pentingnya berkata jujur. Anda bisa melakukannya dengan contoh cerita atau pengalaman anda sendiri.

5.Hindari memarahi atau memberikan hukuman.
Kemarahan anda ketika ia sudah berkata jujur justru mendorong anak untuk berbohong di kemudian hari. Ia pun semakin tertutup. Sedangkan hukman membuat anak semakin sering berbohong.

6.Hargai kejujuran.
Ketika anak mengatakan yang sebenarnya, berikan pujian. Beritahukan pula padanya anda tetap menyayanginya meskipun ia telah melakukan kesalahan.

7.Hindari memberi lebel.
Menyebut anak sebagai pembohong justru membuat anak yakin ia memang pembohong. Hal ini akan membuat anda semaki sulit menanamkan kejujuran. Sebaiknya, berikan kepercayaan kepada anak dan tekankan anda lebih senang jika berkata jujur.

8.Berikan teladan.
Hal yang penting untuk diingat, anda harus jujur agar anak tidak berbohong. Jika anda berbohong, anak akan mengetahui bahwa perilaku ini boleh dilakukan. Namun adakalanya anda melakukan kebohongan secara tidak sengaja. Hati-hatilah sebab ini bisa membuat anak kehilangan kepercayaan kepada anda.

Terimakasih telah berkunjung,Semoga bermanfaat.Salam kepozen.com


Baca juga dong artikel lainya dibawah ini hehe :
5 Tips Membujuk Anak Agar Tidak Cengeng Terbaru
Berikut 22 Foto kelakuan Konyol Orang India Bikin Ngakak !!

#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment