Top Ad 728x90

,

Cara Menasehati Anak Jika Mengalami Kegagalan

Cara Menasehati Anak Jika Mengalami Kegagalan


Cara Menasehati Anak Jika Mengalami Kegagalan
Cara Menasehati Anak Jika Mengalami Kegagalan


Cara Menasehati Anak Jika Mengalami Kegagalan - Setiap orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, pasti bangga mengalami kesuksesan. Tetapi, kehidupan adakalanya dihinggapi dengan kegagalan. Kedua hal tersebut akan selalu mewarnai kehidupan manusia sejak anak-anak hingga dewas.

Bagi anak-anak, kemenangan adalah segala-galanya. Sebab, dengan kesuksesan, ia merasa bisa mengendalikan lingkungan sekitarnya dan menarik perhatian anda. Ia memperoleh pujian, pelukan, tepukan yang akan mengangkatkan self-esteem-nya. Itulah sebabnya, tak seorang pun yang menyukai kegagalan. Kemenangan membuatnya termotifasi untuk selalu terlibat dalam setiap kegiatan.

Semntara, kegagalan menunjukan ketidakmampuan atau kekalahan. Hal ini, pada anak usia pra sekolah, dapat menyebabkan ia merengek, menagis, menuduh orang lain curang atau memicu tempet tantrum. Apabila sedang terlibat dalam sebuah permainan, ia bisa saja meninggalkan teman-temannya dan menolak bergabung setelah mengalami kekalahan.

Seiring dengan bertambahnya usia, anak mulai mengetahui kemampuannya untuk mencapai sukses. Ia akan memperkirakan factor-faktor yang dapat mengalami kesuksesannya.  Dengan pantang menyerah, ia mencari solusi agar  tetap mendapatkan hasil yang baik. Andai usahanya tidak membuahkan hasil, anak usia sekolah biasanya sudah mampu menghadapinya. Sayangnya, tidak mudah mengetahui kemampuan anak yang sebenarnya untuk menghadapi dan mengatasi kegagalan atau kekecewaan.

Disinilah pentingnya bantuan anda  dukungan dan motivasi anda akan membantunya dalam mengatasi dan menghadapi kegagalan.


Menghadapi kegagalan
Untuk mengubah presepsi anak mengenai kemenangan, para ahli menyatakan untuk menekankan pentingnya sebuah usaha, bukan hasilnya. Anak juga perlu diberitahu bahwa merasa sedih mengalami kegagalan itu wajar. Berikut strategi lain untuk membantunya mengatasi kekalahan :

1.      Kemenangan bukan segala-galanya
Melihatnya menjadi juara memamng membuat anda menjadi bangga. Tetapi kegagalan tidak menjadikan anda marah sebab keja keras yang ia lakukan jauh lebih penting. Hal ini membuat anak tidak terlalu kecewa ketika ia gagal. Karena ia mengetahui telah berusaha.
2.      Jelaskan kelebhan-kelebihan yang dimiliki anak.
Bukan kemenangan atau kekalahan yang utama. Kemampuan anak untuk membuat dirinya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang  jauh lebih penting. Semua itu bisa dilakukan karena kelebihan yang dimilikinya.

3.      Pemainan yang adil.
Buatlah perjanian sebelum anak bermain dengan anda atau orang lain ia tidak boleh marah dan menangis jika kalah. Selalu ingatkan anak tujuan bermain adalah untuk bersenang-senang. Jika dia belum menerima, ganti permainan dengan non kompetisi seperti membaca atau menggambar. Berikan persetujuan untuk bermain dilain hari.

4.      Ajari anak untuk menghargai perasaan teman.
Tak salah jika anak mengekspresikan kemenangannya dengan gembira. Namun ingatkan agar ia tidak melakukan secara berlebihan. Jelaskan temannya merasa sedih karena kalah. Lalu, bujuk anak untuk menghibur temannya.

5.      Berikan pujian jika ia mengalami kemajuan.
Pujian akan meningkatkan kepercayaan diri dan penghargaan diri anak. Namun jangan terlalu berlebihan saat memuji.

6.      Biarkan anak kadang-kadang mengalami kegagalan.
Ini akanmembantu anak mengembangkan harapan yang realistik dan mendapat pengalaman tentang kegagalan. Anak membutuhkan pengalaman, baik merasakan kekalahan maupun kemenangan. Jika anda membiarkan ia selalu menang, ia akan kurang menghargai keberhasilan.

Perlunya kekalahan.
Ketika “berkompetisi” dengan anak, orang tua kerap membiarkan anak menang. Selain membuat si kecil senang, orang tua pun senang karena melihatnya meloncat kegirangan, tertawa atau menari-nari untuk merayakan kemenangan . tetapi, anda sebaiknya tidak memberikan terus-menerus kemenangan kepadanya. Sebab, bukan hanya anda yang akan menjadi “lawannya”. Pernahkah terbayang, jika anak bermain dengan orang lain? Si kecil tidak akan mendapatkan empati dan kasih saying, seperti yang anda berikan, dari lawan. bukankah setiap orang ingin menjadi pemenang atau yang terbaik ?

Tidak mudah memang melihat anak kecewa. Namun, ia perlu belajar tentang kekalahan meskipun sangat menyakitkan. Jika tidak pernah gagal, yang bisa ia lakukan hanyalah menangis ketika ia mengalami kekalahan. Sebab ia tidak tau cara mengatasinya. Kegagalan pun tidak membuat anak gampang menyerah. Karenanya, anda tak perlu malu atau marah ketika anak anda mengalami kegagalan. Sebaliknya, pompa terus semangatnya untuk berkompetisi. Rasanya rugi jika anak tidak mendapatkan manfaat dari sebuh kompetisi.

Kompetisi membangun penghargaan diri. Dari kegiatan ini, anak termotifasi untuk selalu berfikir positif mengenai dirinya sehingga ia semakin percaya dan yakin pada diri sendiri. Ditambah lagi, ketika anak memenangkan persaingan, ia bisa diterima oleh teman sebaya. Yang pasti dan langsung, yang anda rasakan, persaingan bisa membuat anda bangga kepada anak anda. Apalagi jika ia jadi pemenang.

Demikian artikel mengenai Cara Menasehati Anak Jika Mengalami Kegagalan,semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga :


#Bantu Bagikan Artikel Kami Dong :)

0 komentar:

Post a Comment